Analisis Penomena Pendidikan
Setelah membaca artikel yang berjudul Dilaporkan Cabuli Belasan
Siswi, Guru SD di Depok Diamankan Polisi. Saya akan memberikan analisis
terkait dengan kejadian ini.
Melihat
dari sudut pandang landasan psikologis pendidikan, menurut Suyitno (2012:91)
guru di sekolah harus bisa membimbing siswa supaya siswa dapat mengembangkan
dirinya secara maksimal.
Sedangkan
menurut Linda Darmajanti psikolog Universitas Indonesia “sekolah itu membangun
karakter, jadi guru harus membangun karakter. Guru juga harus di perhatikan
kualitasnya, baik itu kualitas akademik maupun kualitas moral. Kalau zaman dulu
guru adalah orang yang harus di hormati, tapi sekarang guru dan murid sudah
mempunyai hubungan dekat secara personal, harusnya ada jarak status”.
Kalau
melihat kasus ini sangat miris, sekolah yang harusnya membangun karakter dan
moral yang baik malah berbanding terbalik. Di sekolah, guru di jadikan model
atau teladan untuk siswanya, bagaimana ia bersikap, berbicara, dan lain
sebagainya. Kalau guru di sekolah saja sudah tidak bisa bersikap dengan baik,
berbicara dengan baik, bagaimana dengan siswanya? Kondisi ini tidak akan bisa
membangun lingkungan sekolah yang akan membentuk karakter dan moral yang baik
untuk siswa.
Sebaiknya
guru harus bisa berfikir bagaimana akibat dari perbuatannya itu, selogan
pahlawan tanpa tanda jasa bagi seorang guru akan hilang jika guru tidak bisa
menjaga nafsunya, sebenarnya tidak semua guru yang berprilaku seperti itu hanya
sebagian guru saja, tapi jika tidak di hilangkan kasus-kasus seperti itu bagaimana
dengan generasi yang akan datang kalau seorang guru kualitas moralnya masih
rendah.
Sebenarnya
masalah pencabulan bukan hanya di depok saja, masih banyak juga di kota-kota
lain, sebut saja SMP di Batam dan SMA 22 Mataram.
Ada
beberapa penyabab mengapa bisa terjadi kasus asusila ini, yang pertama ialah
karena adanya kesempatan. Mustahil akan terjadi bila tidak ada kesempatan dari
kedua pihak, namun dalam hubungan guru dan murid, guru adalah pihak yang paling
berkuasa di bandingkan dengan murid. Oleh karena itu, pemaksaan kehendak sangat
mungkin di lakukan oleh guru.
Kedua
adalah pengaruh akses tayangan pornografi, Teknologi dan media informasi tidak
dapat dipungkiri semakin marak dan maju. Segala sesuatunya dibuat semakin mudah
dan efektif, tentunya tidak salah diciptakannya, karena untuk menjawab
kebutuhan manusia yang selalu haus dengan informasi terbaru. Tujuan seharusnya
semakin membuat manusia lebih pandai, lebih mampu untuk berpartisipasi dengan
baik, dan segala tujuan luhur pembangunan termasuk seharusnya menjaga martabat
manusia. Manfaat yang banyak tentunya mengundang manusia, tak terbatas, tanpa
diskriminasi untuk terlibat aktif dalam akses, namun situasi menjadi sulit
ketika informasi negatif berkontribusi. Tetap saja teknologi memiliki
keterbatasannya.
Dampak
negatif keterbatasan inilah yang seharusnya bisa di antisifasi. Kemudahan
mengakses tayangan pornografi berakibat patal apabila tidak di iringi dengan
kuatnya moral, biasanya kalo sudah melihat tayangan pornografi suka mencari
pelampiasan dorongan seks nya.
Yang
ketiga adalah faktor biologis guru dan tumbuh kembangnya siswa sangat cepat,
faktor biologis guru yang tidak bisa menahan dorongan seksnya dan melihat
perkembangan biologis murid yang sangat cepat yang mengundang terjadinya kasus
asusila.
Yang
ketiga adalah siswa masih mempunyai budaya tunduk kepada guru, memang dalam islam
juga disarankan harus patuh terhadap pemimpin, orang tua, dan guru. Namun siswa
belum bisa menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk. Seharusnya siswa
harus berani dan menentang terhadap yang di perintahkan oleh guru jika perintah
itu merugikan untuk murid.
Dilihat
dari landasan hukumnya pencabulan anak sangat melanggar peraturan UU yang telah
di tetapkan pemerinta.
Pencabulan anak menurut KUHP, Landasan yuridis mengenai tindak pidana pencabulan sendiri
diatur dalam KUHP pada bab XIV buku ke II, yaitu Pasal 289 sampai dengan Pasal
296 KUHP, yang mengkatagorikan pencabulan tersebut sebagai kejahatan terhadap kesusilaan.
Sedangkan pencabulan terhadap anak diatur dalam Pasal 290 ayat (2) dan (3),
Pasal 292, Pasal 293, Pasal 294 ayat (1), Pasal 295 KUHP. Pasal 290 KUHP ayat
(2), dan (3)
Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh
tahun:
1. barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan seorang
padahal diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya, bahwa umurnya belum lima
belas tahun atau kalau umurnya tidak jelas, yang bersangkutan belum waktunya
untuk dikawin;
2. barang siapa mebujuk seseorang yang diketahuinya atau
sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belum lima belas tahun atau kalau
umurnya umurnya tidak jelas yang bersangkutan belum waktunya untuk dikawin,
untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, atau bersetubuh di luar
perkawinan dengan orang lain.
Pasal 292 KUHP
“Orang dewasa melakukan perbuatan cabul dengan orang
lain sesama kelamin yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya belum
dewasa, diancam dengan pidana penjara lima tahun”.
Pasal 293 KUHP
1. Barang siapa
dengan memberi atau menjanjikan uang atau barang, menyalahgunakan perbawa yang
timbul dari hubungan keadaan, atau dengan penyesatan sengaja menggerakan
seorang belum dewasa dan baik tingkah lakunya untuk melakukan atau mebiarkan
dilakukan perbuatan cabul dengan dia padahal tentang belum kedewasaannya,
diketahui atau selayaknya harus diduganya, diancam dengan pidana penjara paling
lama lima tahun.
2. Panuntutan hanya dilakukan atas pengaduan orang yang
terhadap dirinya dilakukan kejahatan itu
3. Tenggang waktu tersebut dalam pasal 74 bagi pengaduan
ini adalah masingmasing sembilan bulan dan dua belas tahun.
Pasal 294 KUHP ayat (1) dan (2) butir ke-2
1. barang siapa melakukan perbuatan cabul dengan
anaknya, anak tirinya, anak angkatnya, anak di bawah pengawasannya yang belum
dewasa yang pemeliharaannya, pendidikan atau penjagaannya diserahkan kepadanya ataupun
bujangnya atau bawahannya yang belum dewasa, diancam dengan pidana penjara
paling lama tujuh tahun
2. diancam dengan pidana yang sama pengurus, dokter,
guru, pegawai, pengawas atau pesuruh dalam penjara, tempat pekerjaan Negara,
tempat pendidikan, rumah piatu, rumah sakit, rumah sakit jiwa atau lembaga
social, yang melakuakan perbuatan cabul dengan orang yang dimasukkan ke
dalamnya.
Pasal 295 KUHP
1. diancam:
(1) dengan
pidana penjara paling lama lima tahun barangsiapa dengan sengaja menyebabkan
atau memudahkan dilakukannya perbuatan cabul oleh anaknya, anak tirinya, anak
angkatnya, atau anak di bawah pengawasannya yang belum dewasa, atau oleh orang
yang belum dewasa yang pemeliharaannya, pendidikan atau penjagaannya diserahkan
kepadanya, ataupun oleh bujangnya atau bawahannya yang belum cukup umur, dengan
orang lain;
(2) dengan
pidana penjara paling lama empat tahun berang siapa dengan sengaja
menghubungkan atau memudahkan perbuatan cabul, kecuali yang tersebut dalam
butir 1 di atas, yang dilakukan oleh orang yang diketahuinya belum dewasa atau yang
sepatutnya harus diduganya demikian, dengan orang lain.
2. jika yang
bersalah melakukan kejahatan itu sebagai pencarian atau kebiasaan, maka pidana dapat
ditambah sepertiga.
Pencabulan Anak Menurut Undang-Undang No. 23 Tahun
2002 tentang Perlindungan Anak
Landasan yuridis mengenai tindak pidana pencabulan
anak dalam Undang-Undang no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak Pasal 82
juga diatur mengenai ketentuan pidana bagi seseorang yang dengan sengaja
melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, dan lain-lain.
Pasal 82:
“ Setiap orang yang dengan sengaja melakukan
kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian
kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan perbuatan cabul,
dipidana dengan penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3
(tiga ) tahun dan denda paling banyak Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah)
dan paling sedikit Rp 60.0000.000 (enam puluh juta rupiah).
Sangat jelas bahwa
prilaku pencabulan di lembaga pendidikan sangat bersalah, dan akan mendapat
hukuman paling lama 7 tahun. ini juga patut di pertanyakan apakah oknum guru
merupakan gambaran kemunduran dunia pendidikan indonesia.
Sosuli dari kasus ini
adalah pemerintah sangat berperan dalam hal ini, pemerintah harus lebih selektif
dalam menyeleksi calon-calon guru, janagan hanya pintar akademiknya saja tapi
juga harus pinter moral, akhlak dan lain sebagainya.
Yang sangat penting
untuk seorang guru adalah akhlak, karena kalo seorang guru tidak mempunyai
akhlak baik, bukan tidak mungkin kasus pencabulan akan terus terjadi di
sekolah-sekolah yang lain dan siswa juga ada kemungkinan bakal meniru kelakuan
guru tersebut.
Akhlak adalah sifat
yang tertanam di dalam diri seseorang yang dapat mengeluarkan suatu perbuatan
dengan senang dan mudah tanpa pemikiran, penelitian dan paksaan. Artinya, suatu
perbuatan disebut akhlak jika perbuatan itu di lakukan oleh seseorang secara
otomatis dan permanen, tanpa pemikiran, penelitian, atau paksaan dari
orang-orang yang memiliki otoritas, karena sudah menjadi karakter, watak, dan
kebiasaannya; yakni suatu sikap dan perbuatan yang sudah mendarah daging dalam
kehidupannya sehari-hari.
Di dalam islam ada
kiat-kiat supaya berakhlak baik, diantaranya adalah:
1.
Taubat, Membersihkan hati dari segala dosa atau meningkalkan keinginan
untuk melakukan kejahatan, seperti yang pernah dilakukan karena mengagungkan
nama Allah SWT dan merjauhkan diri dari kemukaan-Nya.
2.
Zuhud, adalah
berpaling dan meninggalkan sesuatu yang disayangi yang bersifat material atau
kemewahan duniawi dengan mengharap dan menginginkan sesuatu wujud yang lebih
baik dan bersifat spiritual atau kebahagiaan akherat.
3.
Rajin
bersyukur, menerima semua pemberian dari Allah
4.
Tawakkal, menyandarkan
kepada Allah swt tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya
dalam waktu kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa yang
tenang dan hati yang tenteram
5.
Dzikir,
mengingat dan menyebut asma Allah SWT. Misalnya dengan membaca: tahlil/tauhid,
tasbih, istighfar, atau sholawat, dan juga berdoa kepada Allah SWT. Sebab
dengan berdoa manusia menyadari bahwa alam semesta dan seluruh isinya ini milik
Allah SWT. Karena itu untuk mewujudkan segala keinginan, dan cita-citanya,
manusia butuh pertolongan-Nya atau berbuat baik (beramal saleh) dalam rangka
mendekatkan diri kepada Allah SWT sesuai dengan yang telah diajarkan oleh
Rosulullah saw. Beberapa di antaranya adalah: berbakti kepada orang-tua;
berlaku jujur, objektif, dan adil; menghormati yang lebih tua dan menyayangi
yang lebih muda, sekalipun kita tidak mengenalnya dengan baik; serta mengajak
kepada kebaikan, dan melarang terjadinya kemungkaran;
6.
Sabar,
menahan
jiwa dari mendongkol, menahan lisan dari berkeluh kesah dan marah serta menahan
anggota badan dari melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan.
Dengan akhlak yang baik guru tidak akan pernah lagi mencabul
siswanya dan mungkin tujuan pendidikan pun akan tercapai,sesuai dengan
kurikulum 2013 yang lebih mengedepankan karakter. Salah satu supaya bisa
berkarakter baik yaitu dengan berakhlak baik.
CASINO - Las Vegas - MapyRO
BalasHapusCASINO in Las Vegas, 고양 출장마사지 NV at 대구광역 출장샵 1260 Las Vegas Blvd. 세종특별자치 출장마사지 South 89109 US. Check reviews and discounted rates for AAA/AARP members, seniors, 동해 출장마사지 Rating: 4 · 744 reviews · Price range: 삼척 출장마사지 $$